01-Jan-70
Pastikan, Training Berefek Jangka Panjang
Saya tidak mengikuti tren dunia. Saya prioritaskan memperkuat didalam negeri dulu. InsyaAllah 2015 nanti kami baru go internasional.
Pastikan, Training Berefek Jangka Panjang
Diantara berkiprahnya motivator senior, ada tokoh muda yang mengejar sukses pendahulunya. Jamil Azzaini. Ia juga penulis buku motivasi yang laris. Siapa Jamil? Bagaimana sosok yang masih muda ini, menjadi penulis buku best seller? Kuncinya, ia tidak memulainya dari menulis buku, tetapi dari lembaga zakat fenomenal Dompet Dhuafa Republika.
Dari sana ia 'babak belur' dididik, dipoles menjadi tanggap dan peka sosial. Membantu kaum dhuafa sekaligus memberinya motivasi. Lalu mengerucut menemukan jalannya: motivator, baru kemudian menulis. Inspiring dan bersahaja! Itu daya pikat buku-bukunya . Jamil bukan lahir dari proses sebaliknya .
Dan motivator yang tidak menulis, tak beda jauh dengan para penceramah dan khatib. KHA-lifah menemui Jamil usai sebuah acara disurabaya, sekepas event training produktivitas bernuansa petualangan: Treasure of the infinite Power – the world's first theatrical interactive training di Teater Salihara, Pasar Minggu, Jakarta (29-31 Mei 2009). Berikut ini petikannya.
Training-training anda selalu segar. Apa 'sekolahnya'nya sehingga tidak kehabisan ide?
Kami kerja bersama-sama . Saya didukung tim kreatif yang rutin mengupdate informasi untuk saya . Mereka membantu melakukan riset, menyodorkan ringkasan media atau buku yang bisa dipandang bisa memberi inspirasi. Ada Mas Farid dan Mas Indra , juga Pak Houtman.
(Buku pertamanya, Kubik Leadership: Solusi Esensial Meraih Kesuksesan Dan Kemulian Hidup, ditulis bersama Farid Poniman dan Indrawan Nugroho yang terbit tahun 2006, fenomenal. Cetak ulang dalam tempo tiga bulan, dan sekarang suda memasuki cetakan kesembilan.
Tanpa kasak-kusuk, inilah buku motivasi produk lokal yang meraih best seller. Setelah itu, Jamil, menulis dua buku lagi. Kali ini ia menulis sendiri. Menyemai Impian Meraih Sukses Mulia (2008), awalmya peringkat 61 buku laris dijaringan Toko buku Gramedia, Juni 2008 Naik keperingkat 6 [enam]. Buku ini sebuah cetak ulang, kini cetakan ketiga. Yang terbaru, terbit maret 2009, Tuhan, Inilah Proposal Hidipku sudah memasuki cetakan kedua!)
Bagaimana dunia motivasi indonesia hari ini ?
Meningkat pesat . Motivasi sudah diminati. Masalahnya, apakah training motivasi itu membawa dampak bagi pesertanya? Apakah training itu memberi dampak jangka panjang? Training yang sekadar enjoy buat peserta, lama-lama ditinggalkan. Peserta mengharapkan training itu terukur.
Apakah training-training anda menerapkan ukuran keberhasilan?
Oh, iya. Ada empat tahap. Reaction evaluationt, perubahan perilaku, perubahan kinerja dan return oif training investment (ROTI). Perusahaan-perusahaan besar, menyukai yang keempat, mereka mengharapkan perubahan nyata ditengah karyawannya. Misalnya, meningkatkan produktivitas pasca pelatihan ini.
(Jamil lahir di Purworejo, Jawa Tengah, 9 Agustus 1968. Masa kecilnya, hidup dalam keluarga yang sangat berkekurangan, di daerah transmigrasi, rumah gubuk ditengah hutan, desa Rejomulyo, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan. Ia disana sampai kelas 4(SD)
Jadi, anda selektif dalam memberikan training, khusus bertema produktivitas
Iya, Ini pilihan. Dulu kami kesemua lapisan. Ternyata tidak, tidak semua membawa efek. Akhirnya kami persempit sasarannya. Salah satu sebabnya, kami memperoleh pengakuan, bahwa pasca training ksmi, produktivitas karyawan meningkat. Sejak itu ami sepakat menempatkan diri di segmen perusahaan .
Kenapa? Apa karena duitnya lebih besar?
Ha ha ha, bukan itu yang utama. Karena kami ingin memilih segmen yang bisa menerapkan hasil training kami, kemudian mempengaruhi tingkat produktivitas diperusahaan tempatnya bekerja. Itupun kami persempit, kami menawarkan training ini pertama kali kepada pimpinan tertinggi, bukan sembarang karyawan.
Kenapa?
Kalau yang ditraining hanya pekerja, dia tak punya kewenangan berkreativitas. Belum tentu pula, hasil training bisa diterapkan ditempat kerjanya, karena perubahan individu tanpa diikuti dukungan komunitas, menggagalkan capaian pasca training. Lain halnya kalau yang ditraining pimpinan-pimpinannya. Begitu dia meyakini manfaat trainingini, dia akan menjadikan itu sebagai kebijakan perusahaan.. Semua harus ikut . perubahan dilevel atas, lebih cepat diserap kebawah, sementara sebaliknya, kalau yang bawah saja berubah sementara yang atas tidak, percuma, perubahan tidak akan berjalan.
(Sebagai wujud rasa syukurnya, ia bersama kakaknya, mendirikan sekolah murah di lampung, ribuan siswa belajar disekolah itu. Ia juga tak sekedar berteori. Terlibat dalam sebuah pendirian pesantren wirausaha karena posisinya sebagai amil di Dompet Dhuafa- menginisiasi dan mendampingi berbagai usaha kecil serta lembaga pemberdayaan masyarakat).
Bagaimana tren training motivasi dunia, dan di Asia?



















